Kekagetan saya ini lantaran selama ini, setahu saya, tvOne konsisten menayangkan berita, entah itu hardnews maupun soft news (current affairs, documenter, dll). Kalo pun ada program yang menampilkan scene seperti sinetron, biasanya untuk keperluan reka ulang, tetapi basic-nya tetap program berita (biasanya berita kriminal). Namun lewat tvOne Series, tvOne mencoba masuk ke jalur drama. Oleh karena basic cerita drama berdasarkan berita yang sempat terjadi, maka saya sebut sebagai "News Sinetron".
Kisah seorang reporter yang sedang menyelidiki Ivan si pembunuh berdarah dingin (foto atas). Ivan yang sedang tiduran dan sang pacar, ketika merayu minta dibuatkan rumah di Jombang (foto bawah).
Kisah yang saya saksikan malam ini bercerita mengenai seorang reporter yang melakukan penyeledikian terhadap pembunuh berantai yang berdarah dingin. Ia bernama Ivan.
Ivan adalah seorang homoseksual yang punya banyak pacar. Namun, beberapa pacarnya sempat dibunuh tanpa rasa bersalah. Selain pacar-pacarnya, pria asal Jombang yang sempat berguru di pesantren ini juga sempat membunuh Ustadz -yang mencoba membujuknya agar kembali menjadi pria normal- dan tetangganya -yang melihat Ivan saat mengubur pacarnya yang dibunuh.
Grace Natalie, anchor tvOne, yang mencoba profesi baru sebagai bintang sinetron.
Sebenarnya news sinetron model tvOne ini bukan program baru. Kalo berlangganan tv kabel, Anda pasti akan menyaksikan beberapa serial yang mengangkat kisah-kisah kriminal. Sebut saja NCIS, Bones, Criminal Minds, Lie to Me, dll (Fox Channel), CSI New York , Numb3rs, CSI Miami, 9MM, Dexter, dll(Fox Crime Channel) Kisah kriminal tersebut bisa terinspirasi dari kisah nyata, maupun benar-benar fiksi.
Kisah yang saya lihat malam ini, tentang Ivan, terinspirasi dari kisah Verry Idham Henyaksyah alias Ryan. Tahu dong Ryan? Ryan adalah seorang gay yang telah mencabut nyawa beberapa orang, empat di antaranya dibunuh di rumah orang tuanya di Jombang, yakni Ariel Somba Sitanggang, Vincent, Guntur, dan Grandy warga negara Belanda.
Meski bukan produk baru, namun news sinetron ini bisa menjadi tontonan baru, apalagi para pemainnya kebanyakan berasal dari karyawan tvOne sendiri. Salah satu pemain yang malam ini saya lihat adalah Grace Natalie. Anchor tvOne ini sempat memberi wejangan pada reporter yang tengah menyelidiki kasus Ivan.
"Saya seringkali juga mendapatkan ancaman dari masyarakat jika ada berita yang dianggap kontroverisal. Sebagai jurnalis, kita tetap wajib memberitakan pada masyarakat," ujar Grace di tvOne Series.
Ada catatan tentang news sinetron yang diproduksi tvOne ini, salah satunya mengenai masalah realita di lapangan. Nampaknya sang sutradara masih luput untuk detail yang biasa dilakukan di lapangan. Saya menemukan kejanggalan, ketika seorang reporter tengah mewawancarai narasumber mengenai prilaku pembunuh berdarah dingin.
Si reporter tidak menyodorkan hand mic pada narasumber agar suara narasumber dapat direkam secara jelas dalam kaset rekaman. Hand mic justru diletakkan di meja. Saya tidak melihat clip on atau jenis mic kecil yang biasa diletakkan di baju narasumber sebagai ganti hand mic. Dengan kondisi seperti itu, suara yang diucapkan narasumber hanya berasal dari mic camera yang sebetulnya fungsinya untuk atmosfir.

Buat saya dan barangkali penonton yang mengerti teknis pengambilan suara narasumber ini menjadi fatal. Sebab, saya tidak yakin, hand mic yang diletakkan di meja bisa menangkap suara narasumber dengan baik. Yang terjadi dalam realita, narasumber memegang hand mic, atau menggunakan clip on, atau menggunakan boom mic.
Terlepas dari masih adanya kekurangan dari penayangan news sinetron ini, saya penasaran dengan rating dari program tvOne Series ini. Apakah bisa meraih angka bagus? Secara sinetron biasanya cukup bagus. Atau malah sebaliknya. Selain soal rating, saya juga penasaran dengan tanggapan penonton dengan keberanian tvOne menayangkan program drama, secara selama ini konsisiten menayangkan program news. Kita lihat apa yang akan terjadi....