Minggu, 21 Maret 2010

ANAND KHRISNA DITUDUH MELAKUKAN PELECAHAN SEKSUAL

Tiba-tiba saja wanita berambut ikal dan berkacata itu menjadi terkenal. Sore lalu (Senin, 15/02/10), ia muncul di tvOne. Wanita itu bernama Tara Pradipta Laksmi atau akrab disapa Tara. Kemunculan wanita ini, karena ingin membeberkan kasus pelecehan seksual yang dideritanya. Nggak tanggung-tanggung, orang yang dianggap melecehkan itu nggak lain nggak bukan adalah Anand Khrisna.


Tara bersama sang pengacara Fredi ketika muncul di tvOne dan diinterview oleh news anchor tvOne Indiarto dan Shinta.

Tara yang malam itu didampingi pengacaranya, Fredy, mengungkapkan mengapa dirinya bertekad bulat melaporkan sang guru spiritualnya ke polisi. Bahwa menurutnya, Anand sudah lama melakukan tindakan yang melecehkan, yakni dengan menyentuh tubuhnya, memeluk, bahkan mencium.

"Saya pun sempat disapa dengan panggilan Angel," ujar Tara pada news anchor tvOne program Kabar Petang, Indiarto dan Shinta.

Menurut Tara, sapanya Angel itu nggak dilakukan Anand pada setiap muridnya. Ia merasa, perlakuan eksklusif itu sangat mengganggu, apalagi sampai terjadi kontak fisik, yakni sentuhan-sentuhan tersebut, baik di tangan maupun pundak.

"Saya pikir seorang guru spiritual nggak akan melakukan itu," tambah Tara.


Tara membacakan print out e-mail Anand Khrisna yang dikirim ke dirinya. Menurutnya, seorang guru nggak seharusnya merayu dengan kata-kata seperti itu. "Itu masuk kategori pelecahan namanya," katanya.

Namun asisten Anand Khrisna, Maya, menepis tudingan Tara soal sapaan dan juga sentuhan. Menurut Maya, selama ini, Anand memperlakukan muridnya sama seperti apa yang dikatakan Tara. Bahwa sapaan itu lebih dalam rangka mengakrabkan pada murid, dan semua murid juga mendapatkan sapaan akrab yang berbeda-beda. Begitu pula dengan soal menyentuh secara fisik.

"Tara boleh saja bilang begitu, tetapi apa yang dituduhkan pada Anand itu tidak benar," ucap Maya.

Ketika tvOne mengkonformasi lagi pada Anand, ia juga mengelak tuduhan melakukan pelecahan seksual. Bahkan menurutnya, ia nggak merasa dirinya mengangkat jabatan sebagai guru. Kebetulan ada beberapa orang yang butuh bimbingan spiritual, orang-orang itu biasa memanggilnya dengan sebutan "guru".


Menurut Fredi, pelaporan ini lebih kepada antisipasi agar orang-orang yang bersama Anand kudu awere agar jangan sampai ada lagi pelecehan seksual.

Selain sapaan akrab dan sentuhan fisik, Tara rupanya mempunyai bukti otentik lain, yakni sebuah print out e-mail Anand ke Tara. Bahwa menurut Tara, isi dari e-mail itu dalam rangka menggoda Tara, dan menurut Tara hal tersebut sudah masuk dalam kategori pelecehan seksual. Selain itu, ada beberapa foto Tara bersama Anand yang menguatkan bahwa dirinya memang "murid" Anand.

"Kami melaporkan dalam rangka buat mengingatkan kepada para muridnya agar aware," jelas Fredi, pengacara Tara. "Agar jangan sampai lagi kejadian yang sama menimpa, sebagaimana Tara."


Anand merasa dirinya nggak pernah mengklaim diri sebagai "guru". Tetapi kebetulan banyak orang yang butuh bimbingan spiritual darinya, sehingga orang-orang menganggapnya sebagai "guru".

Entah benar atau tidak soal pelecehan seksual yang dituduhkan Tara pada Anand Khrisna, yang pasti semua orang tahu, Anand adalah tokoh spiritual yang selalu memberikan spiritual inspiration to humanity for peace, tolerance, and understanding. Sepak terjang pria kelahiran 1 September 1956 ini udah kelas dunia. Sungguh sedih kalo ada berita negatif dari tokoh sekelas Anand. Mending kasusnya apa, ini mah pelecehan seksual. Walah!

Sebelum hendak melaporkan ke polisi, Tara dan seorang penggugat lain berinisial SM udah melaporkan Anand ke Komnas Perempuan. Tuduhannya, dalam melakukan pelecehan seksual, Anand dituduh lebih dulu mecuci otak (brainwashed) korban-korbannya dengan sebuah ajaran yang mengultuskan dirinya sebagai pemimpin. Yang namanya pemimpin, jelas kudu didengar oleh murid-muridnya. Oleh karena itu, menurut pengacara SM, Agung Mattauch (detikNews, 14/022010), apapun kata Anand, semua murid kudu tunduk. Nggak heran kalo murid-muridnya rela melakukan apa saja dengan apa yang dikatakan oleh Anand Krishna. Menurut data yang saya dapatkan dari tvOne, ada sekitar 8 orang murid dari Jakarta dan 1 murid dari Bali yang melaporkan kasus pelecehan seksual ini.


all photos copyright by Brillianto K. Jaya