Khazanah adalah salah satu program di Trans 7 yang ditayangkan stripping dari
Senin sampai Jum’at pkl 5.30 WIB. Konsep program ini berisi
permasalahan maupun fakta seputar dunia Islam. Terus terang, saya tidak
setiap hari menyaksikan program ini. Namun percayalah, buat Bloggers yang
beragama Islam, tayangan ini wajib ditonton. Selain konsepnya menarik,
tidak sekadar tausyiah yang kebanyakan televisi lakukan, tetapi topik
dan kemasasannya sangat menarik.
Namun, setelah episode tanggal 12 April 2013 ditayangkan, sebagian umat Muslim gerah. Mereka menuduh Khazanah +KhazanahTrans7 (Official) tidak
digarap dengan serius. Produser program ini tidak memperhatikan
validitas konten tayangan, tetapi hanya berpikir tayangan itu menarik
pemirsa. Bahkan situs Thariqat Sarkubiyah via situsnya www.sarkub.commemprovokasi agar umat Islam di Indonesia secara serentak tidak lagi menonton tayangan Khazanah di Trans 7.
“Ayo bergerak bersatu! Kirimkan pengaduan terkait acara KHAZANAH TRANS 7 yang meresahkan, langsung diadukan pengaduannya ke www.kpi.go.id dan via SMS KPI ke nomor….”
Apa sebenarnya isi tayangan Khazanah 12
April 2013 itu sehingga diprotes? Ternyata
episode pagi itu menjelaskan tentang macam-macam sholawat yang diamalkan
oleh umat Islam. Tim riset Khazanah mendapatkan fakta, bahwa
sholawat merupakan bid’ah yang diliputi khurafat dan takhayul yang
sesat, karena tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tambah Khazanah yang diucapkan melalui voice over (VO),
sholawat yang dibaca dalam khasidah-khasidah apalagi dengan iringan
rebana dan goyangan badan orang-orang yang bersholawat, adalah bid’ah
dlolalah yang potensial musyrik.
Bloggers,
sekadar info, bahwa terdapat sejumlah tim Ustaz yang
berada di belakang program tersebut. Menurut tim Khazanah, episode tentang
sholawat bukan melarang umat Islam untuk bersholawat kepada
Rasulullah SAW. Sebab, sholawat terkandung dalam surat Al-Ahzab ayat 56, yakni:
“Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang
yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan
penuh penghormatan kepadanya.”
Menurut
Ustaz Taufiqurrahman, sholawat badar itu karya para tabi’iin atau ulama
setelah Rasulullah SAW. “Karena ungkapan ekspresi kecintaan mereka pada
Rasulullah SAW,” ujar Ustaz yang biasa mengisi acara di Suara Anak Negeri di
JakTV ini. “Al-Qur’an dan hadist memerintahkan dan menganjurkan pada
kita untuk memperbanyak sholawat, hanya memang sholawat badar bukan
bersumber dari Rasulullah SAW.”
Namun, menurut tim Khazanah, yang dikritisi adalah sholawat yang berlebihan.
Namun, menurut tim Khazanah, yang dikritisi adalah sholawat yang berlebihan.
Sholawat Badar, kata Ustaz Haikal Hassan, adalah karya anak negeri alias
hanya ada di Indonesia ini. Sholawat ini muncul sekitar tahun 1960-an.
Sejarah mencatat hal ini, meski banyak yang menutup-nutupi dan menolak
sebagai hasil karya ulama Indonesia, tetapi itulah fakta. Yang
dipersoalkan sesungguhnya adalah sholawat dengan cara-cara yang
berlebihan.
“Bakalan
banyak ‘ulama kemenyan’ yang kehilangan job, kuburan bakal sepi
pengunjung (jika sholawat dengan cara-cara mereka dikatakan bid’ah),”
komentar salah penggemar program Khazanah, yang penulis kutip dari situs www.sarkub.comtertanggal 12 April 2013.
Agar
supaya umat Islam kembali kepada perintah Allah swt dan ajaran
Rasulullah SAW agar tidak berlebihan, Ustaz Fahmi Salim Zubair, MA
mengirimkan himbauan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk terus
mendukung program Khazanah yang menguliti aktivitas syirik akbar. Pagi ini, Ustaz Fahmi mengirimkan broadcast massage ke Blackberry saya. Ini dia pesannya:
“Yth
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kami mendukung program Khazanah di
Trans7 sebagai bentuk pencerahan dan edukasi bagi masyarakat awam yang
selama ini mudah tertipu oleh trik-trik dan penampilan yang menyesatkan.”