Tiga tahun lalu, Go-Pro dianggap barang mewah. Eh, sekarang, banyak banyak kamera model Go-Pro yang harganya murah, tetapi kualitas videonya nggak jauh-jauh amat. Hal yang sama terjadi dengan Drone. Belakangan, Drone nggak lagi jadi barang "wah", karena banyak orang non-karyawan stasiun televisi punya Drone. So, Drone sudah bukan barang eksklusif lagi.
Berbicara Drone, di wiken ini saya lagi menikmati "main" Drone. Sementara orang-orang lagi pada hepi ngisi long wiken, saya cukup enjoy memperlancar mengoperasikan "mainan baru" ini. Mohon jangan menuduh saya beli Drone yang "asli", lho. Drone yang saya miliki adalah Drone-Drone-an made in Cina (selanjutnya saya sebut "Drone palsu").
"Bisa saya pasang Go-Pro dong mas?" begitu tanya saya pada sang penjual.

Sungguh, saat itu saya tergoda dengan sang penjual yang sudah mahir mengoperasikan "Drone palsu" di tengah-tengah kesibukan orang belanja di salah satu pusat belanja. Padahal tempat sempit, atap pun nggak begitu tinggi. Beda kayak Karyawan stasiun televisi yang mahir memainkan drone di lapangan gede, outdoor, dan atau indoor dengan atap tinggi.
"Nggak perlu pak. Sudah ada kamera nempel. HD, 8 mega pixel," jelas si pedagang.
Wah, saya nggak perlu pasang "Go-Pro" palsu saya dong di "Drone Palsu" ini? "Canggih juga, nih," pikir saya. Selain kamera tadi, saya nggak perlu beli monitor buat preview kamera dari "Drone palsu" ini, tp bisa via hanphone saya. Tinggal download aplikasi, nyalakan wifie hape, jadilah monitor preview.
Pemirsa sekalian dimana pun Anda berada, sudah tiga hari ini di long wiken, saya latihan mengoperasikan "Drone palsu". Ternyata nggak mudah ya. Ada tanggapan dari pakar Drone asli mengenai pendapat saya barusan?
Bagi pemula pemakai Drone (maksudnya Drone palsu) seperti saya, memang masih butuh lapangan gede. Alhamdullillah di tempat saya masih ada lapangan bola gede. Jadi, saya bisa latihan tanpa mengawatirkan lokasi. Sebelumnya, saya sempat sok berlatih di jalan kompleks yang jalannya relatif nggak besar. Gara-gara nggak besar, walhasil "Drone palsu" saya sempat nubruk pepohonan yang ada di pinggir kompleks. Bahkan "Drone palsu" saya sempat nyebur ke got.
Ah, semoga akhir long wiken ini sudah lancar.
Wah, saya nggak perlu pasang "Go-Pro" palsu saya dong di "Drone Palsu" ini? "Canggih juga, nih," pikir saya. Selain kamera tadi, saya nggak perlu beli monitor buat preview kamera dari "Drone palsu" ini, tp bisa via hanphone saya. Tinggal download aplikasi, nyalakan wifie hape, jadilah monitor preview.
Pemirsa sekalian dimana pun Anda berada, sudah tiga hari ini di long wiken, saya latihan mengoperasikan "Drone palsu". Ternyata nggak mudah ya. Ada tanggapan dari pakar Drone asli mengenai pendapat saya barusan?

Bagi pemula pemakai Drone (maksudnya Drone palsu) seperti saya, memang masih butuh lapangan gede. Alhamdullillah di tempat saya masih ada lapangan bola gede. Jadi, saya bisa latihan tanpa mengawatirkan lokasi. Sebelumnya, saya sempat sok berlatih di jalan kompleks yang jalannya relatif nggak besar. Gara-gara nggak besar, walhasil "Drone palsu" saya sempat nubruk pepohonan yang ada di pinggir kompleks. Bahkan "Drone palsu" saya sempat nyebur ke got.
Ah, semoga akhir long wiken ini sudah lancar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar