Selasa, 13 Oktober 2015

SENSASI FARHAT ABBAS: ANTARA BENCI, TAPI RINDU

Sensasi. Barangkali kata itu yang layak diberikan pada sosok Farhat Abbas. Betapa tidak, rasanya mantan pria ini tak punya prestasi spekatakuler di tanah air yang bisa dibanggakan, kecuali membuat sensasi-sensasi yang tak penting. Saya mencoba hitung sensasi-sensasi yang pernah dibuat oleh pengacara kelahiran Tembilahan, Kabupatan Indragiri Hilir, Riau, 22 Juni 1976 ini.

1. Sensasi pertama terjadi pada 2004, ketika Farhat mengangkal kabar telah menikahi Melani Sukmawati di Bandung.

2. Pada 2005, lagi-lagi persoalan perempuan. Farhat diisukan telah menikahi perempuan bernama Ani Muryadi pada 19 Mei 2005. Saat dinikahi sang pengacara, perempuan ini berstatus sebagai seorang janda.

3. Memasuki awal 2013, Farhat mengeluarkan komentar kontroversi. Komentar kontroversinya terkait kasus plat mobil Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pada 9 Januari 2013.

4. Pada 2013, Farhat kembali “tersandung” masalah perempuan. Kali ini seorang perempuan bernama Rita Tresnawati meminta bantuan Komisi Perlindungan Anak (KPA), lantaran Farhat Abbas tak mengakui Gusti Reyhan Gibayus sebagai anaknya. Rita mengaku sempat dinikahi siri oleh Farhat dan melahirkan Gusti. Meski memiliki akta lahir atas nama Farhat Abbas, pria ini tetap tak mengakui. Namun, belakangan kasus selesai dan Farhat mengakui Gusti sebagai anaknya.

5. Ditantang anak-anak Ahmad Dhani, Al dan El, karena kicauannya di twitter pada November 2013 dianggap menghina ayah mereka.

6. Berseteru dengan tim Yuk Keep Smile (YKS) TransTV. Farhat mengatakan Goyang Caesar adalah “Goyang Bencong”. Ia meminta tim YKS untuk memakai “Goyang Pocong” hasil kreasinya.

7. Berseteru dengan Soimah. Menurut Farhat, Soimah sudah “lupa diri”. Ia terkenal, karena kebayanya.

8. Paska kecelakaan yang menyeret nama Abdul Qadir Jaelani alias AQJ di tol Jagorawi, Farhat menilai Ahmad Dhani tidak becus mendidik anaknya. Komentar yang ditulis di akun twitter-nya itu membuat Ahmad Al Ghazali panas. Putra Ahmad Dhani menantang Farhat tinju.

9. Farhat secara terang-terangan menyebut suara Julia Perez alias Jupe jelek dan sangat menganggu. Hal ini dikicaukan sang pengacara pada paruh Juli 2015.

10. Membela mucikasi RA, Farhat justru menyalahkan sejumlah artis yang terlibat prostitusi.
Di antara ke-10 sensasi yang diperlihatkan Farhat, tentu masih banyak sensasi yang tak sempat saya munculkan. Sensasi terakhir, paska perceraiannya dengan Nia Daniati, lalu kemudian perseteruannya Ahmad Dhani, dan Regina Andriane Saputra alias Regina, adalah sensasi mengenai video dan foto-foto pernikahan siri Farhat-Regina.

Sekali lagi, tak ada prestasi dari seorang Farhat Abbas. Meski begitu, sosok calon Presiden alternatif pada Pemilu 2014 lalu ini “disenangi” oleh para pekerja infotainmen. Betapa tidak, sensasi-sensasinya meramaikan paket berita seluruh infotainmen di tanah air. Para penonton yang “membenci” Farhat, “terpaksa” atau “dipaksa” menonton berita yang tak penting ini. Sementara, ibu-ibu, para pembantu, dan penikmat infotainmen lain mau tak mau “menikmati” tayangan sensasi itu.

Benci tapi rindu. Di satu sisi “benci” Farhat, tetapi pada kenyataannya penonton “merindukan” tayangan berita mengenai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat yang gagal ini.Farhat menjadi idola ibu-ibu "sedunia", begitu kicau teman saya di twitter.

Para pekerja infotainmen pun begitu. Ada rasa benci, tetapi rindu. Mereka pasti “mau muntah” membuat paket berita mengenai Farhat. Tetapi apa boleh buat? Sensasi Farhat “cukup membantu” mengisi paket gosip di acara infotainmen, sebelum ada berita gosip dari artis yang lebih hot. Jadi, sensasi Farhat ada semacam simbiosis mutualisme atau kedua belah pihak saling mendapatkan keuntungan.

Tidak ada komentar: