Sensasi. Barangkali kata itu yang layak diberikan pada sosok Farhat
Abbas. Betapa tidak, rasanya mantan pria ini tak punya prestasi
spekatakuler di tanah air yang bisa dibanggakan, kecuali membuat
sensasi-sensasi yang tak penting. Saya mencoba hitung sensasi-sensasi
yang pernah dibuat oleh pengacara kelahiran Tembilahan, Kabupatan
Indragiri Hilir, Riau, 22 Juni 1976 ini.
1. Sensasi pertama terjadi pada 2004, ketika Farhat mengangkal kabar telah menikahi Melani Sukmawati di Bandung.
2.
Pada 2005, lagi-lagi persoalan perempuan. Farhat diisukan telah
menikahi perempuan bernama Ani Muryadi pada 19 Mei 2005. Saat dinikahi
sang pengacara, perempuan ini berstatus sebagai seorang janda.
3.
Memasuki awal 2013, Farhat mengeluarkan komentar kontroversi. Komentar
kontroversinya terkait kasus plat mobil Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama, pada 9 Januari 2013.
4. Pada 2013,
Farhat kembali “tersandung” masalah perempuan. Kali ini seorang
perempuan bernama Rita Tresnawati meminta bantuan Komisi Perlindungan
Anak (KPA), lantaran Farhat Abbas tak mengakui Gusti Reyhan Gibayus
sebagai anaknya. Rita mengaku sempat dinikahi siri oleh Farhat dan
melahirkan Gusti. Meski memiliki akta lahir atas nama Farhat Abbas, pria
ini tetap tak mengakui. Namun, belakangan kasus selesai dan Farhat
mengakui Gusti sebagai anaknya.
5. Ditantang anak-anak Ahmad Dhani, Al dan El, karena kicauannya di twitter pada November 2013 dianggap menghina ayah mereka.
6. Berseteru dengan tim Yuk Keep Smile
(YKS) TransTV. Farhat mengatakan Goyang Caesar adalah “Goyang Bencong”.
Ia meminta tim YKS untuk memakai “Goyang Pocong” hasil kreasinya.
7. Berseteru dengan Soimah. Menurut Farhat, Soimah sudah “lupa diri”. Ia terkenal, karena kebayanya.
8.
Paska kecelakaan yang menyeret nama Abdul Qadir Jaelani alias AQJ di
tol Jagorawi, Farhat menilai Ahmad Dhani tidak becus mendidik anaknya.
Komentar yang ditulis di akun twitter-nya itu membuat Ahmad Al Ghazali
panas. Putra Ahmad Dhani menantang Farhat tinju.
9. Farhat
secara terang-terangan menyebut suara Julia Perez alias Jupe jelek dan
sangat menganggu. Hal ini dikicaukan sang pengacara pada paruh Juli
2015.
10. Membela mucikasi RA, Farhat justru menyalahkan sejumlah artis yang terlibat prostitusi.
Di
antara ke-10 sensasi yang diperlihatkan Farhat, tentu masih banyak
sensasi yang tak sempat saya munculkan. Sensasi terakhir, paska
perceraiannya dengan Nia Daniati, lalu kemudian perseteruannya Ahmad
Dhani, dan Regina Andriane Saputra alias Regina, adalah sensasi mengenai
video dan foto-foto pernikahan siri Farhat-Regina.
Sekali lagi,
tak ada prestasi dari seorang Farhat Abbas. Meski begitu, sosok calon
Presiden alternatif pada Pemilu 2014 lalu ini “disenangi” oleh para
pekerja infotainmen. Betapa tidak, sensasi-sensasinya meramaikan paket
berita seluruh infotainmen di tanah air. Para penonton yang “membenci”
Farhat, “terpaksa” atau “dipaksa” menonton berita yang tak penting ini.
Sementara, ibu-ibu, para pembantu, dan penikmat infotainmen lain mau tak
mau “menikmati” tayangan sensasi itu.
Benci tapi rindu. Di satu
sisi “benci” Farhat, tetapi pada kenyataannya penonton “merindukan”
tayangan berita mengenai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai
Demokrat yang gagal ini.Farhat menjadi idola ibu-ibu "sedunia", begitu
kicau teman saya di twitter.
Para pekerja infotainmen pun
begitu. Ada rasa benci, tetapi rindu. Mereka pasti “mau muntah” membuat
paket berita mengenai Farhat. Tetapi apa boleh buat? Sensasi Farhat
“cukup membantu” mengisi paket gosip di acara infotainmen, sebelum ada
berita gosip dari artis yang lebih hot. Jadi, sensasi Farhat ada semacam
simbiosis mutualisme atau kedua belah pihak saling mendapatkan
keuntungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar