Senin, 05 Oktober 2015

Tayangan Berita di Media Sosial



Lain Negara, lain kebiasaan.  Setidaknya ini tergambar pada penonton televisi di Eropa. Pertumbuhan media sosial di Eropa saat ini ternyata berdampak pada kebiasaan menonton yang sebelumnya. Jika di Indonesia jumlah penonton siaran televisi yang menggunakan “media tradisional” (baca: pesawat televisi) masih banyak, di Eropa justru sebaliknya.

Majalah EuroMedia pernah meneliti mengenai kebiasaan tersebut pada paruh 2013. Hasil penelitiannya dilaporkan dalam edisi Maret-April 2013 melaporkan. Bahwa saat itu dan sampai kini di Eropa penonton lebih suka mengakses tayangan acara dari berbagai perangkat. Terutama dalam mengkonsumsi tayangan berita.

Riset yang dilakukan Pew Research Center selama kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2012 menunjukkan, sebagian besar orang AS bergantung pada beberapa media untuk mendapatkan informasi politik. Lebih dari 12% pengakses berita politik mendapatkan via online, terutama dari Facebook. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat 6%. Lalu mereka yang menggunakan jaringan sosial Twitter juga naik dua kali lipat menjadi 4%. 

Penelitian terpisah yang dilakukan oleh Proyek Pew Research Center untuk Exellence dalam Jurnalisme (PEJ) bekerjasama dengan The Economist Group, juga menemukan, bahwa 50% seluruh orang dewasa AS kini memiliki koneksi mobile ke web, yang bisa diakses melalui sebuah smartphone atau tablet. Gedget ini telah mereka gunakan secara tertarur lebih dari satu tahun lalu. Jelas, fakta ini menunjukan bahwa, mereka lebih suka mengakses berita via media sosial.  Oleh karena itu, kini para pemilik media banyak melakukan terobosan, yakni menggantikan teknologi lama, pengenalan perangkat baru dan format adalah menciptakan tayangan berita jenis baru via berbagai sosial media. 

Riset Proyek Pew Research Center juga menemukan, 54% orang mengakses berita via tablet, 77% orang mencari berita via desktop  atau laptop, dan masih 50% orang yang mencari berita via media cetak. Di antara pengguna smartphone, 75% orang mendapatkan berita dari laptop atau desktop dan 28% mengakses berita via tablet.

Menurut James Montgomery, koordinator digital dan teknologi berita BBC, stasiun televisi tetap memanjakan penonton televisi. Mereka sadar, bahwa penonton sekarang ini mengkonsumsi berita dalam banyak cara baru dan berbeda-beda, baik melalui media sosial dan gadget seperti smartphone dan perangkat tablet.

"(Oleh karena itu) BBC memiliki strategi 'empat layar', menyediakan konten di internet yang terhubung TV, komputer, tablet dan smartphone," ujar James.


cc +metrotvnews +TvOneNews +Liputan6.com +Kompas TV +Rcti Official +MNC TV 


Tidak ada komentar: