Lain Negara, lain kebiasaan. Setidaknya ini tergambar pada penonton
televisi di Eropa. Pertumbuhan media sosial di Eropa saat ini ternyata berdampak pada
kebiasaan menonton yang sebelumnya. Jika di Indonesia jumlah penonton siaran
televisi yang menggunakan “media tradisional” (baca: pesawat televisi) masih
banyak, di Eropa justru sebaliknya.
Majalah EuroMedia
pernah meneliti mengenai kebiasaan
tersebut pada paruh 2013. Hasil penelitiannya dilaporkan dalam edisi Maret-April 2013 melaporkan.
Bahwa
saat itu dan sampai kini di Eropa penonton lebih suka
mengakses tayangan acara dari berbagai perangkat. Terutama
dalam mengkonsumsi tayangan berita.
Riset yang dilakukan Pew Research Center selama kampanye pemilihan
Presiden Amerika Serikat (AS) 2012
menunjukkan, sebagian besar orang AS bergantung pada beberapa media untuk mendapatkan informasi
politik. Lebih dari 12% pengakses
berita politik mendapatkan via online, terutama dari Facebook. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat 6%. Lalu mereka yang menggunakan jaringan sosial
Twitter juga naik dua kali lipat menjadi
4%.
Penelitian terpisah yang dilakukan oleh Proyek Pew Research Center untuk Exellence dalam Jurnalisme (PEJ) bekerjasama dengan The Economist Group, juga
menemukan, bahwa 50% seluruh orang dewasa AS kini memiliki koneksi
mobile ke web, yang bisa diakses melalui
sebuah smartphone atau tablet.
Gedget ini telah mereka gunakan secara tertarur lebih dari satu
tahun lalu. Jelas, fakta ini menunjukan bahwa,
mereka lebih suka mengakses berita via media sosial. Oleh karena itu, kini para pemilik media
banyak melakukan terobosan, yakni menggantikan teknologi lama,
pengenalan perangkat baru dan format adalah menciptakan tayangan
berita jenis baru via berbagai sosial media.
Riset Proyek Pew Research Center juga menemukan, 54% orang mengakses berita via tablet, 77% orang mencari berita via desktop atau laptop, dan
masih 50% orang yang mencari berita
via media cetak. Di antara pengguna smartphone,
75% orang mendapatkan berita dari
laptop atau desktop dan 28% mengakses berita via tablet.
Menurut James
Montgomery, koordinator digital dan teknologi berita BBC, stasiun televisi
tetap memanjakan penonton televisi. Mereka sadar, bahwa penonton sekarang ini
mengkonsumsi berita dalam banyak cara baru dan berbeda-beda, baik melalui media
sosial dan gadget seperti smartphone dan perangkat tablet.
"(Oleh karena itu) BBC memiliki strategi 'empat layar', menyediakan konten di internet yang terhubung TV, komputer, tablet dan smartphone," ujar James.
cc +metrotvnews +TvOneNews +Liputan6.com +Kompas TV +Rcti Official +MNC TV
"(Oleh karena itu) BBC memiliki strategi 'empat layar', menyediakan konten di internet yang terhubung TV, komputer, tablet dan smartphone," ujar James.
cc +metrotvnews +TvOneNews +Liputan6.com +Kompas TV +Rcti Official +MNC TV
Tidak ada komentar:
Posting Komentar