Dalam
dunia televisi ada istilah Character Generic atau CG. Yakni serangkaian
kata atau kalimat yang muncul di layar. Kata atau kalimat ini bertujuan
untuk memberikan informasi kepada penonton, baik informasi mengenai
nama tokoh, judul tema, nama peristiwa, lokasi kejadian, nama presenter,
dan informasi lain yang perlu diberitakan.
Seorang
yang menulis di CG biasa disebut Penata Aksara. Namun, tak semua
stasiun televisi memiliki Penata Aksara. Mayoritas mereka yang duduk di
belakang komputer CG adalah seorang yang menjabat sebagai Penata Grafis.
Oleh karena yang bertugas bukan Penata Aksara, maka yang bertugas
menata (baca: mengetik) aksara kalo bukan Produser, biasanyaProduction
Assistance (PA). Penata Grafis cuma sekadar operator yang siap
menampilkan CG kalo Program Director (PD/ Sutradara) meminta.
Bagi
banyak stasiun televisi, profesi Penata Aksara dianggap "remeh". Tak
penting. Padahal seharusnya tugas menata aksara bukanlah tugas Produser
atau PA. Profesi bernama Penata Aksara lah yang bertugas mengetik teks
berupa informasi yang ada di rundown atau scriptyang sudah
disusun scriptwriter. Memang, pada akhirnya Produser yang
bertanggungjawab atas CG yang keluar. Namun, sebelum shooting maupun
pada saat shooting, tentu Produser dan PA punya tugas lain, selain
"sekadar" menulis teks yang yang harusnya dilakukan oleh Penata Aksara.
Nah, oleh karena dianggap "remeh" atau "sepele", banyak kesalahan yang
dilakukan saat menampilkan CG.
Nama
Ketua Umum Partai Golkar yang seharusnya "Aburizal Bakrie" menjadi "Abu
Rizal Bakrie" alias dipisah. Kata "Penjemputan" salah ketik. Yang
seharusnya kalimatnya "SBY Perintahkan Penjemputan Nazaruddin" menjadi
"SBY Perintahkan Penjembutan Nazaruddin". Salah ketik huruf "P" menjadi
"B" menyebabkan beda makna. Kata "Kasus" menjadi kelebihan huruf "K",
sehingga menjadi "Kaskus" yang lebih dimaknai sebagai sebuah portal.
Program berita Liputan 6 SCTV pernah kurang huruf "U". Ketika
menayangkan berita tentang Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok yang
marah-marah via YouTube, di CG tertulis: "Komunikasi Wagub via Yotube".
Bukan
cuma kelebihan huruf, kekurangan huruf, atau salah huruf. Seringkali
ada stasiun televisi yang tidak akurat dalam memberikan informasi.
Misal, pada saat berita bom meledak di Kalimalang, Bekasi. Di CG berita
tvOne tertulis tanggal 30 Oktober 2010. Padahal, kejadian bom meledak
terjadi pada 30 September 2010. Kesalahan bulan tersebut jelas
membingungkan pemirsa dan membuktikan ketidakakuratan stasiun televisi
tersebut dalam memberikan informasi.
Kesalahan
informasi CG juga pernah terjadi pada Metro TV, yakni saat memberitakan
tentang kondisi Osama Bin Laden. Dalam CG tertulis: "AS Pastikan Obama
Tewas". Padahal yang dinyatakan tewas adalah pemimpin Al-Qaeda Osama bin
Laden, bukan Presiden AS Barack Obama. Soal sikap PKS terhadap kenaikan
BBM, Metro TV juga pernah memberikan kesalahan informasi di CG. Yang
seharusnya PKS menolak kenaikan BBM, tetapi di CG tertulis: "PKS setuju
kenaikan BBM". Gara-gara kesalahan tersebut, anggota DPR dari PKS Andi
Rahmat sempat memprotes. Kalo Anda iseng berselancar di google, sejumlah
situs menulis, stasiun televisi yang dianggap sering melakukan
kesalahan ketik adalah tvOne. Terakhir, ketika kasus kerusahan Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan pada 11 Juli 2013 kemarin,
tvOne kembali membuat kesalahan alia salah menuliskan CG. Di CG di Kabar
Siang tvOne tertulis: "Polisi Tangkap 55 Nabi Kabur". Huruf "P"
tertukar dengan huruf "B" yang jelas merupakan kesalahan fatal.
Melihat
sejumlah kesalahan pada CG yang sudah terjadi di beberapa stasiun
televisi, jelas masalah CG tidak boleh dianggap remeh. Barangkali kalo
program berita yang disiarkan stasiun televisi tersebut taping atau
direkam, barangkali kesalahan CG bisa dirubah lewat proses editing,
dengan cari mengedit ulang. Fatalnya, kalo program berita disiarkan
secara langsung, selama di stasiun tersebut tidak ada Penata Aksara dan
Penata Grafis cuma sebagai operator, maka seorang Produser harus
benar-benar check and recheck CG sebelum di-on air-kan. Kalo gak
di-check and recheck lagi, boleh jadi kata-kata "Penjembutan",
"Asutralia", "Wahington" atau "Abu Rizal Bakrie" bakal muncul lagi di
CG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar