Sabtu, 05 September 2015

ACARA "BERITA ISLAM MASA KINI" DIPROTES

Kalo sebelumnya yang diprotes acara agama di Trans7, kali ini giliran Trans TV. Acara yang menjadi sasaran protes adalah Berita Islam Masa Kini.

"Saya warga NU merasa sangat terganggu dengan adegan Saskia Adya Meicha dan Tengku Wisnu di acara "Berita Islam Masa Kini" di Trans TV yang mengatakan  bahwa al-Fatihah untuk ahli kubur dan setelah sholat dianggap bid'ah. Trans TV jadi tv wahhabi yang menyulut api fitnah. Hal ini meresahkan kami warga NU harap KPI MENGHENTIKAN ACARA tersebut!!! Karena meresahkan dan bisa memecah belah umat

Silahkan kirim ke KPI Pusat: 081228786662 - 081219719789"

Begitulah bunyi protes yang sempat dikirimkan ke BB saya.

Terus terang saya penggemar acara Berita Islam Masa Kini. Beberapa episodenya sangat menarik. Namun, saya tidak sempat menyaksikan ada episode yang diprotes orang yang mengaku warga NU ini. Saya tidak tahu siapa tim Berita Islam Masa Kini, apakah mereka punya tim ahli yang terdiri dari sejumlah Ustadz, sebagaimana acara Khazanah (Trans7). Kalo ada, berarti Produser dan tim kreatif tidak asal membuat paket berita ini, karena bisa dipertanggung jawabkan. Tetapi kalo tidak, mereka saya anggap melakukan "bunuh diri".

Terlepas dari salah apa benar, protes orang yang mengatasnamakan warga NU di atas terlalu berlebihan. "Ia" meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan acara Berita Islam Masa Kini, hanya, karena episode tersebut menyinggung mereka. Sebab, jika yang dianggap tidak cocok dengan "dirinya" cuma satu episode itu, ya tidak perlu menghentikan acara. Toh, sejauh ini teman-teman NU saya tidak pernah protes dengan acara Berita Islam Masa Kini ini.   

Namun rupanya KPI tetap memberikan surat teguran bernomer 913/K/KPI/09/15 tertanggal 4 September 2015 pada acara Berita Islam Masa Kini ini.

Berikut surat KPI ke Trans TV:

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis telah menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 pada Program Siaran “Berita Islami Masa Kini” yang ditayangkan oleh stasiun TRANS TV pada tanggal 1 September 2015 pukul 17.01 WIB.

Program tersebut mengangkat tema tentang kesalahan dalam mengamalkan surat Al-Fatihah dimana terdapat pernyataan antara lain “..kesalahan dalam mengamalkan surat Al-Fatihah di antaranya yaitu mengirimkan Al-Fatihah untuk orang yang sudah tiada..”. Selain itu, terdapat pula pernyataan dari pembawa acara yakni Zaskia Adya Mecca “..karena terus terang saya baru tahu sekarang, kalau yang namanya Al-Fatihah saya sering banget membacakan surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal biasanya habis shalat tapi ternyata Rasulullah tidak menjalankannya..”, “..betul sekali, jangan sampai ketika kita melakukan sesuatu dengan niat yang baik tapi justru kita malah melakukan bid’ah, itu kan ngeri banget”. Hal tersebut dapat menyinggung dan menimbulkan kesalah pahaman karena adanya perbedaan pandangan/paham dalam agama Islam. KPI Pusat mengingatkan bahwa dalam menyajikan sebuah program siaran yang berisi perbedaan pandangan/paham dalam suatu agama wajib disajikan secara berhati-hati, berimbang, dengan narasumber yang berkompeten dan dapat dipertanggungjawabkan. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai agama. 

KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 7 huruf b. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua.

Berdasarkan catatan KPI Pusat, program saudari telah mendapatkan Surat Teguran Tertulis Nomor 635/K/KPI/06/15 tertanggal 23 Juni 2015 terkait pembahasan mengenai alasan perpindahan agama seseorang. Kami akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap program saudari, jika masih ditemukan pelanggaran di kemudian hari, kami akan memberikan sanksi yang lebih berat yaitu penghentian sementara sesuai dengan Pasal 75 SPS KPI Tahun 2012.

Kami meminta saudari berhati-hati dalam menyajikan program yang berkaitan dengan agama agar tidak menyinggung pandangan/paham dalam suatu agama maupun agama lain. Saudari wajib menjadikan P3 dan SPS KPI Tahun 2012 sebagai acuan utama dalam penayangan sebuah program siaran. Demikian agar sanksi administratif teguran tertulis kedua ini diperhatikan dan dipatuhi. Terima kasih

Tidak ada komentar: