Sabtu, 05 September 2015

WA TEMAN SAYA SOAL BLOOMBERG TV

Pagi itu tiba-tiba ada what's app (WA) masuk ke handphone saya dari salah seorang teman. Sebut saja nama teman saya ini TBC.

Saya mengenal teman saya ini saat masih kerja di salah satu televisi nasional. Ia karyawan yang rajin dan sangat profesional di bidangnya. Ketika membaca WA-nya, miris sekali rasanya.
Berikut percakapan saya di WA tanpa di-lebay-lebay-in...



TBC:
Pak ada loker nggak?

Ombrill:
Lho, emangnya kenapa?

TBC:
Bloomberg udah mau tutup nih?

Ombrill:
Hah?! Serius?!

TBC:
Iya...
Gaji aja cuma dibayar 50%...

Ombrill:
Hah?! Serius gaji Bloomberg sekarang cuma dibayar 50%?

TBC:
Iye...

Ombrill:
Sejak kapan?

TBC:
Sejak Juli...

Ombrill:
Busyet!!!
Trus THR kemarin gimana? Ente dapat THR dong?

TBC:
Dapat, tapi dicicil...
Full, tapi dicicil

Ombrill:
Walaah!!!
Oh iya, ane denger ada PHK, bener nggak?

TBC:
Sudah...
Gimana pak, ada loker nggak?

Ombrill:
Loker belum dengar nih. Nanti kalo kebetulan dengar, saya kabari ya...


Begitulah sekelumit komunikasi saya via WA yang masih saya simpan sampai sekarang. Kasihan teman saya ini sekarang "mengemis-ngemis" minta lowongan kerja alias loker. Dan saya yakin, bukan TBC saja yang merasakan hal yang sama. Beberapa teman lain di Bloomberg juga sedang galau dengan nasibnya. Untung ada satu teman saya yang sudah buru-buru pindah ke stasiun televisi lain. Sementara ada dua news anchor yang saya kenal sudah kena PHK.

Sebetulnya tentang kebangkrutan Bloomberg TV bukan baru saja dengar sekarang ini saja. Beberapa bulan lalu sudah saya dengar, bahkan saya sempat membuat prediksi, "nafas" Bloomberg TV nggak akan lama. Ada satu ada dua tulisan yang pernah saya posting. Namun, soal gaji yang sekarang tinggal diberikan 50% dan THR dicicil baru akhir Agustus 2015 lalu saya dengar, ya lewat teman saya itu.

Ah, apapun yang sedang terjadi, saya berdoa kepada para pemilik dan semua karyawan tetapi diberikan  kemudahaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kalo pemilik, diberikan kemudahan agar tidak terjadi huru-hara yang menyebabkan kerugian materi maupun non-materi. Sementara untuk karyawan-karyawannya, kelak mereka mendapatkan pekerjaan kembali sesuai dengan keinginan mereka. Aamiiin....



Tidak ada komentar: