Senin, 14 September 2015

EPISODE TERAKHIR MTGW DI METRO TV

Pacing Cinta

Itulah judul Mario Teguh Golden Way (MTGW) pada Minggu, 13 September 2015 lalu. Di episode itu Mario Teguh akan memaparkan perbaikan diri, agar kita lebih berkualitas dan disukai oleh orang lain. Sebagai manusia yang dianugerahkan keunggulan, terkadang kita memang malas untuk meningkatkan kualitas. Padahal, dengan meningkatkan kualitas, kita akan disukai oleh orang lain, termasuk oleh pasangan kita.

Episode Pancing Cinta yang di Metro TV pada pukul 19:30 hingga 21:00 WIB itu merupakan episode terakhir MTGW tayang di Metro TV. Kaget? Tak perlu, berita ini sudah penulis konfirmasi ke pihak MTGW dan juga Metro TV.

Kenangan saya saat syuting bersama Mario Teguh di Paris, Perancis beberapa waktu lalu


MTGW pertama kali ditayangkan di Metro TV pada Desember 2008. Sejak awal, MTGW menggunakan format ala seminar motivasi. Mario sebagai pembicara menjelaskan paparan sesuai tema. Lalu, di segmen berikut ada penonton yang bertanya. Segmen lain, Mario mengajak penonton yang berada di dalam Grand Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat, untuk berperan melakukan polling. Ada tiga pertanyaan yang diajukan, para pemirsa tinggal menekan tombol alat polling yang sudah disediakan. Hasil polling ini akan dibahas di segmen berikut.

Program ini memiliki konsep inspiratif dan motivatif. Tema-tema yang diangkat setiap episode mayoritas terinspirasi dari problem hidup para penggemar setianya, yang selalu menuliskan kegalauannya via akun Facebook. Harap maklum, sampai September 2015 ini Facebook Mario sudah beranggotakan 16,2 juta. Hebatnya, anggota yang aktif di Facebook pun luar biasa biasa. Bayangkan, satu kali update status, yang memberikan "jempol" minimal 10 ribu. Jadi, sangat mudah mengukur tema-tema yang layak untuk ditampilkan

Selain terinspirasi dari Facebook, tema bisa juga berasal dari judul lagu atau kalimat-kalimat yang sedang happening. Sebagai contoh kalimat: Sakitnya Tuh Di Sini. Ada banyak kalimat gaul yang dijadikan judul: Aku Tuh Nggak Bisa Digituin, UN No Worries, Yang Bener Aja, Kebangetan, Jomblo Prinsip atau Nasib, dan masih banyak lagi. Mengambil tema atau kalimat yang lagi happening merupakan salah satu resep sukses MTGW hingga bisa bertahan selama 8 tahun. Selalu melakukan pembaharuan dengan mengikuti tren.

Belakangan pada 2014, konsep tema dan materi pembahasan MTGW berubah. Ia ingin membuat "penonton baru" dari kalangan muda. Tahu sendiri, penonton Metro TV berusia AB 40+ atau segmentasi kelas AB usia 40 tahun ke atas. Membentuk "penonton baru" menjadi strategi sukses MTGW lain. Meski usia sudah tak muda lagi, tetapi Mario pun coba meng-update dunia ABG. Selain tema, sejak 2014, tiap episode MTGW mulai menampilkan meme (biasa dibaca mim, adalah kumpulan gambar yang dicampur dengan tulisan atau sebaliknya). Walhasil, penonton MTGW bukan lagi para orangtua, tetapi juga pelajar dan anak-anak muda yang punya segudang masalah, mulai dari kegaulan, percintaan, bahkan tema-tema mengenai jomblo. Makin menarik dan mengambil banyak penonton muslim, di antara pembahasan, terkadang Mario menyisipkan kalimat-kalimat yang diambil dari al-Qur’an maupun Hadist.

Segmen curhat yang ada di beberapa segmen, membuat MTGW tetap mempertahankan kesuksesan hingga kini. Di antara 300 penonton yang berada di dalam Grand Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta Barat, tim Mario Teguh Super Crew (MTSC) -tim dari Mario Teguh- akan memillih beberapa orang penonton yang memiliki curhat sesuai dengan tema. Sebagian dari Anda yang menjadi penonton setia pasti tertawa mendengar curhat-curhat yang ditampilkan di MTGW, setidaknya tersenyum.

Tentu, kesuksesan MTGW memang tak bisa lepas dari kata-kata inspiratif Mario Teguh di tiap episodenya. Kata-kata ini muncul, tentu setelah sang motivator memberikan penjelasan sederhana atas problematika yang dihadapi penonton yang curhat di atas panggung. Sambil mendengar, sesekali Mario memancing pertanyaan pada penonton yang curhat agar berpikir dan menemukan solusi atas masalah mereka sendiri. Sampai akhirnya Mario yang menjelaskan problem dan memberikan solusi. Para penonton yang curhat ini pun mampu menangkap penjelasan sederhana tersebut oleh penonton.

Selama ini belum ada acara motivasi yang bertahan sebagaimana MTGW yang sudah 7 tahun. Jika ada acara yang saat ini sukses, boleh jadi, karena terdapat elemen lain, yakni pengisi acara atau narasumber yang berganti-ganti. Tentu saja dengan kehebatan pembawa acara atau newsanchor. Namun, hal tersebut tidak berlaku pada MTGW. Acara ini cuma “mengandalkan” kekuatan Mario. Tak ada artis sebagai pengisi acara atau narasumber yang menjadi newsmaker yang diundang ke studio.

Terlepas dari kekuatan konsep yang dimiliki oleh MTGW dan juga Mario Teguh, tentu tak bisa lepas dari peran Metro TV yang menjadi lembaga penyiar acara inspiratif dan motivatif ini. Dengan tagline-nya knowledge to elevate, Metro TV berhasil menggangkat Mario menjadi sukses sekarang ini. Peran Metro TV tak bisa dianggap remeh. Ibaratnya, kemilau seorang Mario berhasil "diasah" di Metro TV. Tentu Anda tahu, sebelum di Metro TV, Mario sempat muncul di acara Business Art di O'Channel.

Namun sayang, kolaborasi Metro TV dan MTGW harus berakhir. Tepat pada Minggu, 13 September 2015 lalu, MTGW tayang untuk terakhir kali di Metro TV. Tentu saya tak akan menyebutkan kenapa kolaborasi ini berakhir dan ke televisi mana MTGW akan ditayangkan. Yang pasti, begitu kolaborasi ini berakhir, banyak spekulasi bernada pesimis dan optimis. Ada yang mengatakan, MTGW tak akan sukses jika tak tayang di Metro TV. Sebaliknya, ada yang secara optimis mengatakan, MTGW tetap akan besar dan ditonton banyak orang. Sebab, penonton televisi tak loyal pada satu stasiun televisi, tetapi pada acara. Mana pendapat yang benar, mari kita buktikan bersama.

Salam Super!

Tidak ada komentar: